Rabu, 16 Januari 2013

makalah MSDS

MAKALAH
PENGELOLAAN DAN IMPLEMENTASI
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS) PADA PREMIUM
D
I
S
U
S
U
N
OLEH  NAMA :
*    KHOIRUL ANISA

STIKes PAYUNG NEGERI PEKANBARU
PRODI S1 KESEHATAN MASYARAKAT
T.A 2011 / 2012


KATA PENGANTAR

           Pertama – tama marilah kita ucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahamat dan hudayah-Nya kepada kita semua.
Penuilis mengucpakan terima kasih kepada orang – orang yang telah memberikan bantuan dalam menyusun makalah fisika mengenai biolistrik. Diantaranya adalah orang tua, dosesn mata kuliah dan lain – lain.
         Fisika merupakan salah satu cabang ilmu alam yang mendasari perkembangan teknologi sebagai ilmu yang mempelajari fenomena alam. Fisika juga memberikan pelajaran yang sangat baik kepda manusia untukl hidup selaras berdasarkan hukum alam.
Dengan adanya penyusunan laporan tentang biolistrik, kita dapat mengetahui tentang biolistrik. Ketrkaitannya dengan ilmu kesehatan dan dalam kehidupan manusia.
Penulis menyadari mungkin dalam penyusunan makalah ini belum sepenuhnya sempurna, untuk itu dapat kiranya untuk memberikan masukanmengenai makalah ini, agar kia semua lebih memahami tentang mata kuliah fisika mengenai biolistrik ini.
Walaupun demikian penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
                      








DAFTAR ISI

COVER……………..…………………………………………………………………….
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………….
 DAFTAR ISI………..…………………………………………………………………….
BABI PENDAHULUAN …………………………………………………………………
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………………
A.    Definisi  MSDS……………………………………………………………………
B.     CAKUPAN PADA MSDS……………………………………………………….
C.     MSDS Premium …………………………………………………………………..


 BAB III PENUTUP………………………………………………………………………
KESIMPULAN…………………………………………………………………………
SARAN           …………………………………………………………………………









BAB I
PENDAHULUAN
                                                                                            
             MSDS adalah dokumen yang dibuat khusus tentang suatu bahan kimia mengenai pengenalan umum, sifat-sifat bahan, cara penanganan, penyimpanan, pemindahan dan pengelolaan limbah buangan bahan kimia tersebut. Berdasarkan isi dari MSDS maka dokumen tersebut sebenarnya  harus diketahui dan digunakan  oleh para pelaksana yang terlibat dengan bahan kimia tersebut yakni produsen, pengangkut, penyimpan, pengguna dan pembuang bahan kimia. Pengetahuan ini akan dapat mendukung budaya terciptanya kesehatan dan keselamatan kerja. Ketersediaan MSDS di laboratorium di perguruan 3tinggi saat ini belum memasyarakat padahal ketersediaan MSDS cukup penting dan digunakan juga sebagai salah satu kriteria  laboratorium standar. MSDS di perguruan tinggi di Indonesia umumnya hanya tersedia di perpustakaan.
            Saat ini masih banyak mahasiswa, teknisi laboratorium termasuk dosen yang belum mengenal MSDS, meskipun mereka rutin berkecimpung dengan aktivitas yang melibatkan kontak dengan bahan kimia. Berdasarkan permasalahan di atas maka diperlukan penyebarluasan informasi tentang MSDS khususnya pada mahasiswa dikatikan dengan pelaksanaan riset dengan tugas akhir di laboratorium. Hal ini dapat dipahami karena bahan kimia dapat memiliki tipe reaktivitas kimia tertentu dan juga dapat memiliki sifat mudah terbakar.
        Untuk dapat mendukung jaminan kesehatan dan keselamatan kerja maka para pelaksana yang bekerja di laboratorium  termasuk mahasiswa harus mengetahui dan memiliki pengetahuan serta keterampilan untuk menangani bahan kimia khususnya dari segi potensi bahaya yang mungkin ditimbulkan (Crisp, 1996). Informasi atau pengetahuan yang harus diketahui pelaksana di laboratorium kimia yang diberikan oleh Phifer dkk (1994) salah satunya adalah informasi tentang  Material Safety Data Sheet (MSDS). Pada kesempatan ini akan dibahas pentingnya pengenalan MSDS dan semua aspek yang terkait dengan MSDS bagi mahasiswa di perguruan tinggi di Indonesia khususnya serta implementasi MSDS dalam pelaksanaan riset di laboratorium.
     CAKUPAN PADA MSDS
            Secara garis besar, MSDS mengandung informasi tentang uraian umum bahan kimia, sifat fisik dan kimiawi, cara penggunaan, penyimpanan, dan pengelolaan bahan buangan. MSDS dibuat oleh berbagai pihak seperti produsen bahan, institusi yang bergerak dan terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja, industri atau perguruan tinggi. Terkait dengan kepentingan para pembuat MSDS maka format dokumen MSDS tidak seragam dan masing-masing mungkin menonjolkan uraian yang terkait dengan kepentingan mereka. Akan tetapi terdapat  beberapa informasi yang minimal terdapat pada MSDS secara umum. Bekal pendidikan dan keterampilan bagi mahasiswa diperoleh dari perguruan
             tinggi melalui paket kegiatan belajar yang  ditempuh sebelum lulus. Untuk mahasiswa dalam bidang disiplin ilmu kimia dan beberapa ilmu lain harus memiliki keterampilan bekerja di laboratorium kimia. Keterampilan ini diharapkan sebagai modal untuk menjalankan pekerjaan nantinya setelah menjadi sarjana baik di industri, institusi risetatau perguruan tinggi. Dalam hal bekerja di laboratorium kimia,  mahasiswa juga harus mendukung upaya kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium. Berbagai hal tentang pengetahuan bahaya khususnya  tentang bahan kimia harus diketahui oleh mahasiswa.Budaya bekerja dengan mendukung upaya kesehatan dan keselamatan kerja saat ini perlu dikenalkan secara awal bagi mahasiswa, sehingga akan terbiasa pada saat memasuki dunia kerja nantinya.
Laboratorium kimia adalah tempat dilaksanakannya berbagai aktivitas yang
melibatkan pemakaian bahan kimia tertentu. Laboratorium di perguruan tinggi memiliki fungsi utama sebagai tempat mahasiswa untuk melaksanakan riset dan kegiatan praktikum. Dalam melaksanakan riset, kontak oleh mahasiswa dengan bahan kimia akan terjadi baik langsung maupun tidak langsung. Setelah memasuki dunia kerja maka akan dijumpai laboratorium kimia di bidang institusi riset atau industri. Dalam lapangan industri, laboratorium kimia didirikan untuk keperluan kualitas  kontrol produksi atau untuk bagian riset dan pengembangan. Selain di laboratorium, untuk staf yang bekerja di industri pada bagian produksi pun sering melibatkan aktivitas yang melibatkan kontak dengan bahan kimia. Bekal tentang pengetahuan bahan kimia perlu dimiliki mengingat bahan kimia memiliki potensi untuk menimbulkan bahaya baik terhadap kesehatan maupun dapat menimbulkan bahaya kecelakaan.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
1. Dokumen MSDS harus tersedia di setiap laboratorium kimia guna memberi bekal
pengetahuan mahasiswa tentang bahan kimia khususnya dari segi bahaya dan
pencegahannya.
2. Mahasiswa harus dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dari
MSDS sehingga dapat mencegah kemungkinan bahaya dan kecelakaan kerja di
laboratorium.
3. Dengan implementasi MSDS pada riset tugas akhir, budaya kesehatan dan
keselamatan kerja sudah dimiliki oleh mahasiswa dan merupakan bekal berharga di
dalam menempuh dunia kerja nantinya.

SARAN
     MSDS yang harus diperhatikan meliputi bahan kimia yang memiliki potensi bahaya cukup besar seperti berbagai pelarut (karena potensi kemudahan untuk terbakar), bahan organik  sangat toksik misal sianida, gas-gas beracun atau mudah terbakar, garam-garam beracun seperti arsen, merkuri atau selenium, dan lain-lain.

                   




Tidak ada komentar:

Posting Komentar